Tuesday, August 21, 2012

Jenis-Jenis Burung Pleci

Ada banyak ras (anak jenis) dari Z. palpebrosus. berikut, ada sekitar 22 jenis burung kacamata yang tersebar di seluruh Indonesia. pada beberapa gambar saya beri uraian singkat ras yang terdapat di Indonesia ini dan cirinya.

Nama-nama tersebut antara lain :
sebagiannya sudah saya lampiri foto (dari mbah google)
dan sebagiannya akan sesegera mungkin saya update. Terima kasih

Kacamata Jawa, Zosterops flavus
 



Kacamata laut, Zosterops chloris

Kacamata limau, Zosterops citrinella - sebelumnya citrinellus

Kacamata Kai, Zosterops grayi
 
Kacamata Tual, Zosterops uropygialis
 
Kacamata Sulawesi, Zosterops consobrinorum

Kacamata Makasar, Zosterops anomalus

Kacamata Wallacea, Zosterops wallacei

Kacamata dahi-hitam, Zosterops atrifrons (manado)

 
Opior dwiwarna (kacamata Seram), Zosterops stalkeri – terkadang dimasukkan ke dalam genus Tephrozosterops

Kacamata Halmahera, Zosterops atriceps

Kacamata kecil, Zosterops minor

Kacamata Tagula, Zosterops meeki
 
Kacamata kepala-hitam, Zosterops hypoxanthus

Kacamata Biak, Zosterops mysorensis

Kacamata Arfak, Zosterops fuscicapilla – sebelumnya fuscicapillus

Kacamata Ambon, Zosterops kuehni

Kacamata Papua, Zosterops novaeguineae

 
Kacamata Togian, Zosterops somadikartai – baru dideskripsi tahun 2008

Z.p. buxtoni di Sumatra, Kalimantan, dan Jawa bagian barat. Mirip dengan kacamata gunung Zosterops montanus, sisi bawah tubuh berwarna abu-abu keputihan; perbedaannya buxtoni memiliki sebuah garis kuning membujur di tengah dada hingga perut, paha yang berwarna putih, dan iris mata kecoklatan (montanus, iris putih). Sangat mirip dengan kacamata belukar

Zosterops everetti, yang perutnya lebih abu-abu dan pita kuning di dadanya lebih lebar.

Z.p. melanurus di Jawa dan Bali. Sisi bawah tubuh kuning seluruhnya. Sisi atas tubuh (termasuk tunggir) hijau zaitun, dengan bercak kuning di atas paruh. Mirip dengan kacamata laut Zosterops chloris yang bertubuh sedikit lebih besar dan memiliki kekang hitam gelap.

Saturday, July 14, 2012

Cara Memilih dan Merawat Burung Pleci

Burung Pleci Kaca Mata Putih atau disebut juga dengan Burung Perci akhir-akhir ini menjadi idola baru para penggemar burung berkicau. Burung yang memiliki postur kecil dengan ciri khas lingkaran putih pada mata ini memang memiliki suara yang merdu. Meski memiliki volume suara yang relatif sedang, burung ini mampu menirukan berbagai suara burung lain seperti burung gelatik, cucak dan lainnya. Berikut info mengenai Burung Pleci Kaca Mata Putih.

Cara Memilih Burung Pleci
Untuk memilih burung pleci yang berkualitas di pasar maka pilihlah burung dengan ciri :
Body panjang dan besar
Lingkaran putih mata yang tebal
Pilihlah burung pleci yang lincah
Paruh tebal dan panjang
Memiliki tubuh yang tidak cacat

Sedangkan untuk memilih burung pleci jantan maka pilihlah pleci dengan ciri :
Mempunyai lingkar mata yang lebih tebal dan tajam
Mempunyai warna hijaunya lebih tajam
Bisa juga di lihat kloaka atau duburnya dengan cara di tiup kalau lebih menonjol

Cara Merawat Burung Pleci
 Untuk perawatan burung perci sebenarnya hampir sama dengan cara merawat burung berkicau pada umumnya. Yang perlu diperhatikan secara khusus adalah pemberian makanan dan kebersihan sangkar atau kandang. Makanan burung pleci selain voer adalah buah-buahan seperti pisang, pepaya, apel. Namun selain buah burung ini juga memakan ulat kecil dan juga telur semut merah atau kroto. Untuk memilih pisang sebaiknya memilih pisang gepok selain memiliki nutrisi yang lebih juga agar kotoran lebih mudah dibersihkan. Meski burung telah memakan voer sebaiknya tetap diberi buah-buahan dan sesekali beri ulat atau kroto untuk menambah asupan gizi burung.

Nah untuk kebersihan sebaiknya bersihkan kotoran setiap hari agar burung tetap sehat. Selain itu perhatikan juga kebersihan air minumnya dengan mengganti setiap hari. Untuk menjaga kesehatan burung pleci tetap terjaga maka mandikan burung dengan menyemprot secara perlahan lantas jemur atau diangin-anginkan. Memandikan burung pleci yang baik adalah di pagi hari.

Jika anda memiliki burung pleci lebih dari 1 maka taruh burung secara berjauhan. Jangan sampai burung dapat melihat antara burung pleci satu dengan yang lain. Karena burung pleci akan saling bersahutan jika mendengar suara burung pleci yang lain. Agar burung pleci mampu menirukan suara burung lain maka gunakan suara burung lain untuk memaster.

Monday, July 2, 2012

Burung Serindit (Si Kecil yang Menawan)

Burung Serindit yang memiliki tubuh kecil dan warnanya di dominasi hijau ini, ternyata memiliki suara cerecetan yang bagus terutama untuk jenis murai batu, cucak hijau, pentet dan jenis anis. Suara cerecetan yang dihasilkannyapun terkadang memiliki irama yang panjang, tajam dan keras. Dahulu burung ini hanya dipelihara oleh sebagian kecil orang sebagai burung hias dirumah. Namun saat ini burung kecil ini banyak dicari dan diburu oleh para penghobi burung kicauan sebagai master burung peliharaannya.

Merawat burung yang satu ini tidak terlalu sulit. Untuk makanannya cukup diberikan jenis makanan sayuran hijau, buah-buahan, juga serangga. Biasanya untuk buah lebih banyak diberikan buah pisang serta air minumnya diberikan gula atau bisa juga madu. Untuk buah seperti pisang sebenarnya dapat diganti dengan makanan bayi semisal SUN. Karena dalam makanan tersebut mengandung gizi yang cukup untuk kebutuhan makan burung serindit ini. Cara tidurnya burung serindit ini pun cukup unik yaitu kepalanya menggantung ke bawah. Cara berjalan burung ini mirip dengan burung paruh bengkok lainnya yaitu merambat. Ketika berbunyi suaranya terkadang terdengan keras mengalun. Sehingga banyak penghobi kicauan yang menyukai burung ini.

Saturday, May 5, 2012

Budidaya Burung Parkit


Burung parkit yang dikenal lucu dan bisa jinak ini ternyata memeliliki katakter atau temperamen cenderung liar sebagaimana pada kebanyakan jenis burung lain. Meskipun sudah berhasil dijinakkan perawatan berupa pemberian kasih sayang tetap dilakukan terus menerus dengan cara memberi makanan secara langsung di tangan. Jika tidak atau kita biarkan saja mereka makan di wadah pakan saja untuk beberapa waktu yang lama maka sifat alaminya akan muncul lagi alias menjadi liar kembali.

Ada sedikit tips untuk burung parkit kesayangan yang pernah jinak kemudian kembali liar yaitu kita dekatkan/kumpulkan dengan burung parkit yang jinak. Biasanya burung yang pernah jinak akan lebih mudah tenang dan beradaptasi langsung dengan teman-temannya. Sifat hidup yang suka berkoloni mendorong jenis paruh bengkok mungil ini mudah berbaur dengan kelompoknya.


Begitu si parkit ini tenang artinya tidak biyayakan atau terbang kesana kemari karena ketakutan maka proses penjinakan menjadi lebih mudah.

Budidaya Burung Parkit
Budidaya burung parkit tidaklah terlalu susah. Asalkan mengetahui tahapan-tahapan berikut maka tingkat keberhasilannya semakin tinggi. Umumnya karena cara pembudidayaan selakukan secara apa adanya sehingga hasilnya kurang memuaskan.

Yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan budidaya adalah sebagai berikut:
  1. Perencanaan kualitas atau kuantitas hasil produksi burung parkit. Bila yang ditarget adalah kualitas maka perjodohan perlu seleksi khusus dari peternak burung parkit. Karena untuk mendapatkan pasangan burung parkit yang sudah serasi ini gampang-gampang susah. Biasanya mereka pilih-pilih pasangan. Nah kalau kita yang memilihkan disinilah dituntut kesabaran. Kadang yang kita pasangkan tidak mau akur. Bila yang ditarget adalah kuantitas maka itu bisa diabaikan dengan cara membiarkan parkit memilih pasangannya sendiri di kandang perjodohan masal.
  2. Perhatikan umur parkit yang akan diternakan. Umur parkit yang sudah matang kelamin sekitar 90 hari. Jadi pemilihan umur parkit usia produktif sangat menentukan juga bagi keberhasilan budidaya burung parkit ini.
  3. Seleksi sexing (penentuan jenis kelamin parkit). Pernah ada seorang yang menjodohkan parkit yang disangka satu pasangan (jantan dan betina) karena beli di pasar burung dan pesan ke pedagang burung parkit "beli satu pasang". Tetapi ternyata hingga sekian lama tidak menunjukan pasangan parkit tersebut berjodoh, apalagi bertelur atau berkembang biak. Usut punya usut ternyata pasangan parkit yang dibelinya sama-sama jantan. Sepintas burung parkit dari postur antara jantan dan betina hampir sama. Tetapi yang bisa membedakan jelas bila parkit sudah dewasa adalah warna kebiruan pada tonjolan hidung burung parkit jantan. sedang betina cenderung berwarna semu putih.
  4. Ukuran kandang harus disesuaikan dengan populasi pasangan parkit bila di lakukan secara penangkaran masal. Kelebihan sistim ini adalah biaya kandang jauh lebih murah dan praktis. Sedangkan kelemahannya adalah apabila salah satu burung sakit maka akan mudah menular kepada parkit yang lain. Sehingga terjadi kematian masal.
  5. Pemilihan jenis pakan juga harus diperhatikan. Usahakan beli pakan yang benar-benar 'berisi'. Ada kalanya di penjual pakan menjual stok dagangan yang terlalu lama sehingga banyak isi bijian tersebut kosong/kopong. Jadi pilih biji-bijian yang berbobot agar bisa memberi nutrisi yang cukup untuk burung parkit. Extra fooding berupa kecamba ,jagung muda ataupun sayuran juga bisa diberikan.
  6. Grid/Asinan atau batuan meniral juga perlu disediakan untuk membantu pencernaan burung parkit. Asinan bisa di dapat dari tumbukan batu bata merah, genteng ataupun kulit sotong.
  7. Kesehatan burung parkit juga akan berpengaruh pada perkembangbiakan.
  8. Jangan lupa kebersihan kadang/sangkar tidak kalah penting.
  9. Perhatikan pencahayaan dan sirkulasi udara.Parkit sangat membutuhkan cahaya matahari,kurang cocok di tempat lembab,jauhkan dari tempat memasak(jangan terkena asapnya).Kalau terlalu lembab parkit cenderung mudah mencret.Sirkulasi udara untuk membuang virus apibila ada parkit terkena penyakit maka parkit lain tidak tertular.

Wednesday, May 2, 2012

Perawatan Harian Burung Cendet


 Perawatan harian burung Cendet gampang-gampang susah sebab burung Cendet sebagai salah satu jenis burung berkicau menuntut konsistensi, ketelatenan dan kesabaran dalam perawatan baik perawatan harian Cendet, perawatan Cendet mabung, perawatan burung Cendet pasca mabung, perawatan Cendet pra lomba, hingga perawatan pasca lomba untuk si burung Cendet kesayangan.

Perawatan harian bagi pemilik burung Cendet sebaiknya disesuaikan dengan ketersediaan waktu serta tentunya karakter burung Cendet itu sendiri, sebab satu pola perawatan burung dengan lainnya tidak dapat disamaratakan antara pemilik satu dengan lainnya bahkan burung Cendet satu dengan burung lainnya.

Perawatan harian burung Cendet yang utama adalah konsistensi dalam pemberian pakan, mandi dan jemur serta kebersihan sangkar sehari-hari, oleh sebab itu semakin baik pemilik Cendet mengenal burung Cendet peliharaannya maka semakin mudah pula menentukan pola perawatan harian dan setting untuk burung Cendet yang dimiliki.

Dalam menentukan perawatan harian burung Cendet, Anda tidak perlu sama persis dengan perawatan Cendet si A, Cendet si B, Cendet si C, bahkan Cendet jawara sekalipun, sebab karakter masing-masing burung tidak mungkin 100 persen sama satu dengan lainnya. Kendati demikian, menjadikan pola perawatan harian burung Cendet milik orang lain sebagai referensi tentu bukan hal yang diharamkan, apalagi bertujuan untuk memaksimalkan performa burung Cendet milik kita.

Secara umum perawatan harian burung Cendet dapat dijabarkan sebagai berikut, tentunya disesuaikan lagi dengan karakter burung itu sendiri serta ketersediaan waktu pemilik.

Bangun pagi, kerodong dibuka dan burung diangin-anginkan sekitar 10-15 menit.
Ambil cepuk wadah pakan dan minum, bersihkan lalu ganti dengan voor dan air minum yang baru.
Mandikan burung sesuai kebiasaan, (keramba, cepuk atau semprot dengan sprayer) hingga didis (menyibakkan bulu ekor dan sayap) berkali-kali.

Usai mandi burung Cendet jangan langsung dijemur di bawah matahari, namun diangin-anginkan terlebih dahulu untuk penyesuaian suhu tubuh, saat ini bisa diberikan Ekstrafooding (EF) berupa jangkrik, kroto atau ulat hongkong (sesuai settingan harian yang biasa diterapkan) contoh : 3 jangkrik + 1 sendok makan kroto.

Begitu bulu burung terlihat mengering, masukan cepuk berisi voor dan air minum baru ke dalam sangkar untuk selanjutnya dilakukan penjemuran, sebagian pemilik cendet tidak memberikan cepuk makanan saat penjemuran (kembali kepada kebiasaan masing-masing).

Penjemuran dapat dilakukan antara 15 menit hingga 3 jam tergantung kesiapan burung, kebiasaan, serta lokasi penjemuran. Penjemuran Cendet sebaiknya dilakukan secara bertahap sambil melihat ketahan jemur dari Cendet. Jika anda terpaksa bekerja dari pagi hingga sore hari, maka sebaiknya pilih lokasi penjemuran yang hanya mendapat sinar matahari hingga sekitar jam 11.00 siang, tentunya dengan pengaturan lokasi gantang yang tepat, aman dan efektif.
Setelah penjemuran selesai, burung kembali dianginkan antara 10-15 menit baru kerodong hingga sore hari (sambil dilakukan pemasteran).

Jadwal sore, kerodong dibuka, dianginkan 10-15 menit, Cendet dapat dimandikan kembali, bersihkan kandang dan berikan kembali EF (sesuai kebiasaan).
Usai penjemuran sore, burung kembali dianginkan dan dikerodong untuk dilakukan pemasteran hingga keesokan paginya, selanjutnya pola perawatan harian burung Cendet kembali lagi seperti pada point 1.

Jadwal  perawatan harian burung Cendet di atas hanya gambaran umum perawatan Cendet yang sering dilakukan oleh para mania burung dan tentunya bukan merupakan pola perawatan baku, sebab semua kembai lagi pada kebiasaan serta karakter Cendet itu sendiri, namun kunci dari semua perawatan adalah konsistensi, jangan sekali-kali memilih pola perawatan yang sulit dan membebani diri Anda dalam menjalankan hobi.

Perawatan harian tanpa mandi harian pun dapat Anda terapkan, misalnya seminggu hanya dua kali namun kebersihan kandang harus tetap terjaga, pantau dampak setiap perubahan pola perawatan yang Anda lalukan. Jika cocok dihati dan cocok di burung Cendet Anda, maka mantapkan pola perawatan tersebut dengan konsisten dari pakan, mandi jemur dan ekstra fooding. Konsistensi adalah kunci mendapatkan hasil maksimal dalam perawatan burung berkicau termasuk burung Cendet.

Panduan Perawatan Burung Cendet


Burung Cendet  atau pentet merupakan salah satu burung predator yang memiliki suara variasi isian yang sangat baik. Banyak Kicaumania yang menganggap perawatan burung jenis ini susah. Sebenarnya, merawat burung ini sama mudahnya dengan merawat burung berkicau jenis lain. Burung Cendet adalah burung cerdas dari keluarga Turdidae.

KARAKTER DASAR BURUNG CENDET

1. Ganas apabila lapar. Burung ini akan berlaku agresif apabila lapar.
2. Petarung yang memiliki teritorial. Apabila mendengar suara burung lain atau melihat burung sejenis, maka semangat tempurnya langsung berkobar.
3. Birahi yang cenderung mudah naik. Burung ini sangat mudah naik birahinya, banyak penyebab yang dapat membuat naiknya birahi pada burung jenis ini. Stelan EF (Extra Fooding) yang over, penjemuran yang berlebih atau melihat burung Cendet lain, dapat dengan cepat menaikkan tingkat birahinya.
4. Mudah jinak. Karena kemampuan beradaptasinya yang tinggi, maka burung ini mudah jinak kepada manusia.

PEMILIHAN BAHAN BURUNG CENDET YANG BAIK
Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam pemilihan bahan atau bakalan pada burung Cendet
* Berkelamin jantan, ciri-ciri burung Cendet jantan dapat dilihat warna bulu yang tegas mengkilap dan kontras.
* Bentuk paruh, sebaiknya pilih bentuk paruh yang berpangkal lebar, tebal, besar dan panjang. Paruh bagian bawah cenderung lurus. Jangan memilih bahan yang memiliki paruh bengkok. Posisi lubang hidung pilih sedekat mungkin dengan posisi mata.
* Kepala besar, mata bulat besar dan melotot. Ini menandakan burung ini mempunyai mental tempur yang baik.
* Postur badan, pilihlah bahan yang berpostur sedang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih bahan yang berleher dan berbadan pendek.
* Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat, ini menandakan bahan tersebut sehat. Pilihlah Kaki yang besar dan terlihat kering. Warna kaki tidak berpengaruh terhadap mental burung.
* Lincah dan dan bernafsu makan besar. Ini merupakan ciri-ciri bahan yang bermental baik.
* Leher panjang padat berisi. Menandakan burung ini akan mengeluarkan power suara secara maksimal.

MAKANAN YANG SESUAI UNTUK BURUNG CENDET

* Voer (sebaiknya pilih yang berkadar protein sedang yaitu: 12%-18%, belum tentu Voer yang berharga mahal akan cocok dengan sistem metabolisme setiap burung Cendet. Voer harus selalu tersedia didalam cepuknya. Selalu ganti dengan Voer yang baru setiap dua hari sekali.
* EF (Extra Fooding), pakan tambahan yang sangat baik buat burung Cendet yaitu: Jangkrik, Orong-orong, Kroto, Cacing, Ulat Hongkong, Ulat Bambu, Kelabang, Belalang dan lainnya. Pemberian EF harus selalu disesuaikan dengan karakter pada masing-masing burung dan juga harus mengetahui dengan pasti dampak klausal dari pemberiannya EF tersebut.

PERAWATAN DAN STELAN HARIAN
Perawatan harian untuk burung Cendet relatif sama dengan burung berkicau jenis lainnya, kunci keberhasilan perawatan harian yaitu rutin dan konsisten.

Berikut ini Pola Perawatan harian dan Stelan Harian untuk burung Cendet:
1. Jam 07.00 burung diangin-anginkan di teras. Jam 07.30 burung dimandikan (karamba mandi atau semprot, tergantung pada kebiasaan masing-masing burung).
2. Bersihkan kandang harian. Ganti atau tambahkan Voer dan Air Minum.
3. Berikan Jangkrik 4 ekor pada cepuk EF. Jangan pernah memberikan Jangkrik secara langsung pada burung.
4. Penjemuran dapat dilakukan selama 1-3 jam/hari mulai pukul 08.00-11.00. Selama penjemuran, sebaiknya burung tidak melihat burung sejenis.
5. Setelah dijemur, angin-anginkan kembali burung tersebut diteras selama 10 menit, lalu sangkar dikerodong.
6. Siang hari sampai sore (jam 10.00-15.00) burung dapat di Master dengan CD Master Natural Therapy Plus (NTPlus) atau CD Master Bird Contest Therapy (BCT).
7. Jam 15.30 burung diangin-anginkan kembali diteras, boleh dimandikan bila perlu.
8. Berikan Jangkrik 2 ekor pada cepuk EF.
9. Jam 18.00 burung kembali dikerodong dan diperdengarkan suara Master dari CD Master Ocehan selama masa istirahat sampai pagi harinya.

PENTING
 * Kroto segar diberikan 1 sendok makan maksimal 2x seminggu.
 * Pemberian Cacing diberikan 1 ekor 2x seminggu.
 * Berikan Multivitamin yang dicampur pada air minum seminggu sekali saja.

PENANGANAN APABILA KONDISINYA OVER BIRAHI
 * Pangkas porsi Jangkrik menjadi 2 pagi dan 2 sore
 * Berikan Cacing 2 ekor 2x seminggu
 * Berikan Ulat Bambu 2 ekor 3x seminggu
 * Frekuensi mandi dibuat lebih sering, misalnya pagi-siang dan sore
 * Lamanya penjemuran dikurangi menjadi 30 menit/hari saja
 * Mandi malam

PENANGANAN APABILA KONDISINYA DROP
 1. Tingkatkan porsi pemberian Jangkrik menjadi 5 pagi dan 5 sore
 2. Tingkatkan porsi pemberian Kroto menjadi setiap hari
 3. Berikan Kelabang 2 ekor seminggu sekali
 4. Mandi dibuat 2 hari sekali saja
 5. Burung segera diisolasi, jangan melihat dan mendengar burung Cendet lain dahulu
 6. Lamanya penjemuran ditambah menjadi 2-3 jam/hari

PERAWATAN DAN STELAN UNTUK LOMBA
Perawatan lomba sebenarnya tidak jauh berbeda dengan perawatan harian. Tujuan perawatan pada tahap ini yaitu mempersiapkan burung agar mempunyai tingkat birahi yang diinginkan dan memiliki stamina yang stabil. Kunci keberhasilan perawatan lomba yaitu mengenal baik karakter dasar masing-masing burung.

Berikut ini Pola Perawatan dan Stelan Lomba untuk burung Cendet:
1. H-3 sebelum lomba, Jangkrik bisa dinaikkan menjadi 5 ekor pagi dan 5 ekor sore.
2. H-2 sebelum lomba, burung sebaiknya dijemur maksimal 30 menit saja.
3. 1 Jam sebelum di gantang lomba, burung di mandikan dan berikan Jangkrik 3-5 ekor dan Ulat Hongkong 6-15 ekor.
4. Apabila burung akan turun lomba kembali, berikan Jangkrik 2 ekor lagi.

PENTING
* Sebaiknya, mulai H-6 burung diisolasi. Jangan sampai melihat dan mendengar suara burung Cendet lain.
* Lakukan mandi malam (jam 19.00-20.00) pada H-1.

PERAWATAN DAN STELAN PASCA LOMBA
Perawatan pasca lomba sebenarnya berfungsi memulihkan stamina dan mengembalikan kondisi fisik burung.
Berikut ini Pola Perawatan dan Stelan pasca Lomba untuk burung Cendet:

1. Porsi EF dikembalikan ke Stelan Harian.
 2. Berikan Multivitamin pada air minum pada H+1 setelah Lomba.
 3. Sampai H+3 setelah Lomba, penjemuran maksimal 30 menit saja.

PERAWATAN DAN STELAN PADA MASA MABUNG
Mabung (Moulting) atau rontok bulu merupakan siklus alamiah pada keluarga burung. Perawatan burung pada masa mabung adalah menjadi hal yang sangat penting, karena apabila perawatan yang salah pada masa ini akan membuat burung menjadi rusak. Pada masa mabung ini, metabolisme tubuh burung meningkat hampir 40% dari kondisi normal. Oleh karena itu, burung butuh asupan nutrisi yang berkualitas baik dengan porsi lebih besar dari kondisi normal. Hindari mempertemukan burung dengan burung sejenis, karena akan membuat proses mabung menjadi terganggu. Dampak dari ini adalah ketidak seimbangan hormon pada tubuh burung. Proses mabung juga berhubungan dengan hormon reproduksi.

Pola Perawatan masa mabung:
1. Tempatkan burung di tempat yang sepi, jauh dari lalu lintas manusia. Sebaiknya burung lebih banyak dalam kondisi dikerodong.
2. Mandi cukup 1x seminggu saja dan jemur maksimal 30 menit/hari
3. Pemberian porsi EF diberikan lebih banyak karena sangat diperlukan untuk pembentukan sel-sel baru dan untuk pertumbuhan bulu baru. Misalnya: Stelan Jangkrik dibuat 6 ekor pagi dan 6 ekor sore, Kroto 1 sendok makan setiap pagi, Cacing 2 ekor 3x seminggu dan Ulat Hongkong 5 ekor setiap pagi.
4. Berikan Multivitamin yang berkualitas yang dicampur di air minum 2x seminggu.
5. Lakukan pemasteran. Masa mabung membuat burung lebih banyak pada kondisi diam dan mendengar. Inilah saat yang tepat untuk mengisi variasi suara sesuai dengan yang kita inginkan. Lakukan pemasteran dengan tepat, sesuaikan karakter dan tipe suara burung dengan suara burung master.